Rabu, 06 Desember 2017

Pengalaman Kuliah Multimedia BK

Desember 06, 2017 0 Comments
     



Pada semester 3 ini saya mendapatkan mata kuliah Multimedia Bimbingan dan Konseling pada mata kuliah ini saya dibimbing oleh dosen yang bernama Ibu Irene Maya Simon. Dalam mata kuliah ini kelas kami dibagi menjadi sembilan kelompok, dan saya masuk dalam kelompok empat yang terdiri dari saya, imam, desy dan ahmad. Dalam mata kuliah ini setiap kelompok diberi tugas untuk mengembangkan aplikasi yang sudah ada untuk dijadikan sebuah layanan dalam bimbingan dan konseling, kami mendapatkan layanan dalam bidang bimbingan karier untuk anak SMA kami menjadikan SMA Widyagama Malang  sebagai tempat observasi kami. Terlebih dahulu kami membuat janji untuk melakukan observasi kepada guru BK di SMA Widyagama yang bernama Pak Bayu.Besoknya  kami mengunjungi SMA Widyagama

1. Need Assesment  

Langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan kegiatan need assesment dengan metode wawancara berikut ini laporan need assesment yang saya lakukan dengan kelompok saya
laporan Need Assesment ,
Laporan Need Assrsment PPT 
.Banyak pengalaman yang kami dapatkan saat wawancara bersama guru BK disana , dan guru BK disana sangat welcome terhadap kami . Guru BK sebenarnya bukan dari lulusan BK tetapi lulusan dri Psikologi Universitas Maulana MAlik Ibrahim Malang, tapi saya sungguh kagum terhadap beliau. Disana beliau membuat jam pelajaran BK menjadi menarik dan banyak murid tertarik untuk melakukan bimbingan. Manajemen layanan disana sangat tertata padahal hanya beliau sendiri guru BK disana . Disana beliau membuat jam pelajaran BK agar tidak membosankan beliau berusaha mengubah pandangan siswa mengenai BK ,sehingga siswa merasa antusias saat mengikuti jam pelajaran BK. Saya banyak mengambil pelajaran dari cerita beliau . 

2 . Merancang RPLBK 

Setelah kami melakukan need assesment di SMA Widyagama kami mengolah data dan mendapatkan topik yang akan digunakan menjadi RPLBK yaitu pengetahuan mengenai kehidupan setelah SMA yaitu kuliah dan kerja, tetapi kelompok kami mefokuskan kepada kehidupan perkuliahan . Disini saya merancang RPLBK bersama teman-teman saya yaitu Imam dan Desy. Ini ada contoh RPLBK jika kalian mau melihat silahkan download disini ( RPLBK  )  Kami pun juga menentukan teknik layanan apa yang akan kami gunakan akhirnya kami memutuskan untuk memilih Sinema Edukasi untuk teknik kami 

3. Mencari Aplikasi yang akan dikembangkan  

Disini kami menggunakan aplikasi video pad dan video scribe Kenapa kami memilih aplikasi tersebut? iyaaa karena aplikasi tersebut cukup mudah dalam pengoperasiaanya. Pertama-tama kami merancang alur cerita videonya lalu kami mencari video yang relevan dengan topik yang ada di youtube dan membuat video manual di video scribe setelah selesai kami menggabungkan video yang ada dan video scribe kedalam video pad dan menambahakn backsound lagu didalamnya. Setelah video yang kami buat selesai kami membuat skenario dari isi video tersebut agar memudahkan dalam pelaksanaan pemberian layanan sinema edukasi . 

4. Menyelenggarakan Pameran 

Setelah selesai mengembangkan aplikasi kami mengadakan pameran. Dalam pameran ini banyak saran dan kritik yang kami terima untuk pengembangan media kedepannya. Berikut ini laporan dari hasil pameran kelompokkuuu (Laporan Pameran)


5. Evaluasi  

Untuk mengetahui tindak lanjut terhadap media kami yang harus kami lakukan adalah evaluasi,kami melihat dari laporan pameran yang kami dapat. Ada beberapa saran yang kami dapat saat mengadakan pameran dan kami merevisi video kami, dan kami menyerahkannya kepada guru BK SMA Widyagama . Semoga apa yang kami buat bisa membantu konselor di SMA Widyagama .  

Sekian dari terimakasihhh,
semoga pengalaman yang saya bagikan ini bisa menginspirasi kalian semua untuk mengembangkan aplikasi yang ada dan bermanfaat untuk kedepannya. 
😁😁😁😁😁😁


Senin, 27 November 2017

PENTINGNYA DOUBLE CLEANSING

November 27, 2017 0 Comments

Double cleansing penting banget dilakukan setiap hari, terutama malam. Tapi sayangnya banyak yang suka males melakukan ini dan menganggap mencuci muka dengan face cleanseraja udah cukup bersih (apalagi ada cleanser yang klaim 2in1 atau bahkan 3in1). Kadang alasannya adalah "saya kan gak pakai make up, jadi gak perlu lah cuci muka 2x". Atau ada juga yang gak melakukan ini karena gak paham apa itu double cleansing.

Kenapa walaupun gak make up tetap perlu double cleansing? Soalnya ini berkaitan sama penggunaan sunscreen. Menurut saya 2 hal ini saling terkait dan gak boleh di skip dalam skincare routine. Tapi saya gak akan bahas tentang sunscreen di postingan kali ini, mungkin next time yaa. Jadi, walaupun kamu gak pakai make up, tapi kalau kamu pakai sunscreen, tetap wajib double cleansing. Nah,gimana kalau kamu gak pakai sunscreen? ya gak perlu baca tulisan ini sih, soalnya klo sunscreen aja gak pakai ya gak perlu repot-repot pakai skincare yang lain karena gak akan ada gunanya :D *peace*

Sering kan denger orang malas pakai sunscreen karena katanya bikin komedo atau malah jerawatan. Yess, itu kadang bukan salah sunscreen-nya, tapi bisa jadi salah di proses cleansing-nya. Double cleansing ini PENTING BANGET. Dan ini cuma perlu dilakukan di malam hari. Walaupun ada juga yang menyarankan double cleansing di pagi hari. Kalau saya sih  gak, bahkan sudah beberapa bulan terakhir saya gak pakai face wash apapun di pagi hari, cuma air aja. 

Jadi double cleansing adalah membersihkan muka dengan melalui 2 tahap pembersihan dan seringkali juga menggunakan 2 jenis cleanser berbeda, yaitu first cleanser dan second cleanser. Tapi seingat saya di female daily pernah bahas juga tentang bisa menggunakan jenis cleanser yang sama. Saya sendiri prefer untuk menggunakan 2 jenis cleanser berbeda. 

First Cleanser

Untuk first cleanser biasanya jenis cleanser yang digunakan adalah yang berbentuk cleansing oil, cleansing milk, cleansing cream, dan cleansing balm. Saya sendiri lebih suka menggunakan cleansing balm dan atau oil. Kalau cleansing milk dan cream rasanya sulit dipakai untuk membersihkan maskara atau lipstik dan saya tipe yang agak malas pakai make up removerdulu. haha. Cleansing balm dan oil ini cara pakainya sama, yaitu di massage di kulit kering sampai make up berasa luruh, lalu basahin tangan dan massage lagi sampai produknya ter-emulsify. Kalau sudah ter-emulsify biasanya cleanser akan berubah tekstur jadi seperti susu cair berwarna putih. Setelah itu bisa langsung bilas dengan air atau kadang beberapa cleanserperlu diangkat menggunakan waslap. Saya sendiri kurang suka dengan cleansing balm/oilyang harus diangkat dengan waslap. 

Ini adalah beberapa first cleanser yang saya sedang atau pernah saya pakai. Hampir semuanya saya rekomendasiin dan semua saya sudah repurchase at least 1x, kecuali yang Goodness break up make up balm. Saya kurang suka karena teksturnya thick banget, susah diemulsify, dan harus pakai waslap. Kalau yang lainnya saya suka semua dan menurut saya worth to try and to buy. Semua ada plus dan minusnya, tapi gak mungkin saya review satu-satu disini. haha. Menurut saya sih tinggal sesuaikan sama budget aja :)